KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memilih menjaga kualitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi yang menantang dan pasar multifinance yang masih lesu sejak tahun lalu.
Perusahaan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan sembari menjaga profitabilitas dan mengoptimalkan jaringan usaha.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan, strategi pembiayaan perusahaan disesuaikan dengan kondisi pasar dan kemampuan bayar konsumen.
“Perusahaan menyesuaikan strategi pembiayaan dengan kondisi pasar dan kemampuan bayar konsumen, termasuk lewat program pembiayaan yang kompetitif,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (20/10/2026).
Selain menjaga kualitas pembiayaan, Adira Finance juga mengoptimalkan efisiensi operasional dan pengelolaan risiko.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga profitabilitas di tengah tantangan industri pembiayaan.
Dari sisi jaringan usaha, Adira Finance memprioritaskan peningkatan produktivitas jaringan yang telah dimiliki.
Hingga September 2026, perusahaan tercatat memiliki 847 titik jaringan usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. Meski demikian, Adira Finance tetap membuka peluang ekspansi secara selektif, terutama di wilayah luar Jawa.
Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang besar, tetapi penetrasi pembiayaannya masih relatif rendah.
Ke depan, Sylvanus mengatakan pengembangan jaringan akan disesuaikan dengan potensi pasar dan kebutuhan bisnis di masing-masing wilayah.
Dengan strategi tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara perluasan jangkauan usaha, kualitas pembiayaan, dan efisiensi operasional.