Detail Berita

15 Juli 2026

Clipan Finance Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi NPF hingga Akhir 2026

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi Non Performing Financing (NPF) hingga akhir 2026. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan faktornya yang perlu dicermati, yakni kondisi makro ekonomi dan daya beli masyarakat. 

"Sebagai bagian dari manajemen risiko yang berkelanjutan, perusahaan senantiasa mencermati dinamika kondisi makroekonomi dan daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (14/7/2026). 

Ke depannya, Harjanto menerangkan Clipan Finance akan menerapkan sejumlah strategi guna menjaga tingkat NPF tetap terkendali. Dia menyampaikan strateginya, yakni terus memperkuat diversifikasi portofolio, disiplin dalam pengelolaan risiko kredit, serta penguatan proses collection. 

"Ditambah, menyesuaikan strategi bisnis sesuai perkembangan kondisi pasar untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap terkendali," tuturnya. 

Dalam menekan tingkat NPF, Harjanto juga menilai perusahaan multifinance tetap perlu konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent lending) dalam proses underwriting, sekaligus memperkuat monitoring kualitas portofolio secara berkelanjutan agar risiko dapat dimitigasi sejak dini. 

Sementara itu, Harjanto mengatakan NPF Clipan Finance hingga pertengahan 2026 masih terjaga pada level yang sehat dan berada di bawah ambang batas ketentuan OJK yang sebesar 5%. Sayangnya, tak diungkapkan angka NPF yang dibukukan. Dia hanya bilang angka relatif stabil, dibandingkan bulan sebelumnya.  

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, tingkat NPF gross perusahaan pembiayaan per Mei 2026 sebesar 3,06%, atau memburuk dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,89%. 

Adapun total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 513,19 triliun per Mei 2026, atau tumbuh 1,71% secara tahunan atau Year on Year (YoY).