Detail Berita

01 Juli 2026

BAF Luncurkan Obligasi Rp 366,84 Miliar dan Sukuk Rp 100 Miliar untuk Modal Kerja

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bussan Auto Finance (BAF) menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2026 dengan jumlah pokok sebesar Rp 366,84 miliar. Penerbitan tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan IV dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 4 triliun. 

Berdasarkan prospektus yang terbit di Harian KONTAN, Senin (29/6/2026), obligasi tersebut diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan pada harga 100% dari nilai pokoknya. Obligasi terdiri dalam dua seri. 

Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp 363,59 miliar dengan tenor 370 hari kalender dan menawarkan bunga tetap sebesar 7,40% per tahun. Sementara itu, Seri B memiliki jumlah pokok Rp 3,25 miliar dengan tenor tiga tahun dan bunga tetap sebesar 7,50% per tahun. 

Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap triwulan. Bunga pertama akan dibayarkan pada 8 Oktober 2026. Adapun pelunasan pokok Obligasi Seri A dijadwalkan pada 18 Juli 2027, sedangkan Obligasi Seri B akan jatuh tempo pada 8 Juli 2029. 

Selain obligasi, BAF juga menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2026 dengan jumlah dana sebesar Rp 100 miliar. Penerbitan tersebut merupakan bagian dari PUB Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II dengan target penghimpunan dana sebesar Rp 1 triliun. 

Sukuk mudharabah tersebut diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan pada harga 100% dari nilai dana sukuk. Instrumen ini memiliki tenor 370 hari kalender dengan nisbah bagi hasil sebesar 16,82% dari pendapatan yang dibagihasilkan, dengan indikasi imbal hasil ekuivalen sebesar 7,40% per tahun. 

Pendapatan bagi hasil sukuk dibayarkan setiap triwulan. Pembayaran pertama dijadwalkan pada 8 Oktober 2026, sedangkan pelunasan dana sukuk dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo, yakni 18 Juli 2027. 

Seluruh dana hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja pembiayaan perusahaan.  

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembiayaan sepeda motor baru Yamaha, pembiayaan mobil, pembiayaan sepeda motor bekas berkualitas, pembiayaan elektronik dan furnitur, pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembiayaan lain sesuai izin usaha yang dimiliki perusahaan. 

Sementara itu, seluruh dana hasil penerbitan sukuk mudharabah, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk menunjang kegiatan pembiayaan konsumen perusahaan yang berbasis Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) sesuai dengan izin usaha yang dimiliki perusahaan.