Detail Berita

09 Juni 2026

Pembiayaan Multiguna Kontributor Terbesar Pembiayaan Multifinance per April 2026

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan multiguna masih menjadi kontributor terbesar pembiayaan industri multifinance per April 2026.  

Secara rinci, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menerangkan penyaluran pembiayaan multiguna industri multifinance sebesar Rp 258,73 triliun per April 2026. 

Segmen itu memakan porsi sebesar 50,27% terhadap total pembiayaan industri. 

"Nilai pembiayaan multiguna tumbuh 2,39%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Minggu (7/6/2026). 

Sementara itu, Agusman menyebut pembiayaan investasi menjadi kontributor terbesar kedua dengan nilai mencapai Rp 167,75 triliun per April 2026. Porsinya sebesar 32,59% terhadap total pembiayaan industri. 

Nilai pembiayaan investasi mengalami kontraksi 2,05%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.  

Agusman menerangkan pembiayaan modal kerja multifinance sebesar Rp 55,22 triliun per April 2026. Porsinya sebesar 10,73% terhadap total industri. Nilainya tumbuh 10,64%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Adapun total nilai pembiayaan industri multifinance mencapai Rp 514,65 triliun per April 2026. Nilainya tumbuh 2,08%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Lebih lanjut, OJK menyampaikan terdapat sejumlah tantangan yang bisa menghambat kinerja pembiayaan multifinance ke depannya. Agusman menyebut tantangannya, yaitu dinamika perekonomian, kualitas pembiayaan, serta pengelolaan risiko.  

"Oleh karena itu, perusahaan perlu terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam penyaluran pembiayaan," ucap Agusman. 

Sebagai informasi, angka Non Performing Financing (NPF) gross industri multifinance per April 2026 sebesar 2,89%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,83%.  

Adapun angka NPF per April 2026 juga terbilang meningkat, jika dibandingkan posisi per April 2025 yang sebesar 2,43%.