Detail Berita

12 Mei 2026

Piutang Multifinance Naik Tipis Kuartal I/2026, Sinyal Resiliensi Industri

Bisnis.com, JAKARTA — Piutang pembiayaan di industri multifinance terus mengalami pertumbuhan secara tahunan, meski moderat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan pada Maret 2026 mencapai Rp514,09 triliun, tumbuh 0,61% (year on year/YoY). 

Pertumbuhan itu juga tercermin pada salah satu perusahaan pembiayaan yakni PT Mandiri Utama Finance (MUF). Pada kuartal I/2026 MUF mencatat piutang pembiayaan kelolaan tumbuh 15,8% YoY dan total aset tumbuh 26,6% YoY. 

“Di sisi lain, kualitas portofolio tetap terjaga dengan NPF di level 1,37%, mencerminkan pertumbuhan yang didukung ekspansi selektif dan pengelolaan risiko yang prudent, jauh lebih baik dari rata-rata industri,” kata Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian S. Sinaga kepada Bisnis, dikutip pada Selasa (12/5/2026). 

Dia meneruskan bahwa dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan piutang MUF terutama ditopang oleh pembiayaan segmen mobil baru sebagai portofolio dengan porsi mayoritas. 

Lebih lanjut, Dapot menuturkan dengan pertumbuhan yang tercatat di OJK tersebut, MUF melihat pertumbuhan piutang di industri sebagai sinyal resiliensi di tengah tantangan ekonomi.  

“MUF memandang outlook 2026 tetap positif seiring pertumbuhan kinerja bisnis yang solid serta didukung oleh Bank Mandiri dan BSI baik dari sisi pendanaan melalui joint financing maupun sumber order melalui captive market,” sebutnya. 

Untuk ke depannya, imbuh Dapot, MUF memperkirakan pertumbuhan piutang pembiayaan tetap berlanjut dengan fokus pada segmen kendaraan, dengan tetap menjaga secara selektif untuk mempertahankan kualitas aset. 

Hal serupa pun terjadi pada PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), yang pada Maret 2026, piutang pembiayaannya mengalami peningkatan sekitar 0,73% YoY. 

Direktur Utama Clipan Finance Indonesia Harjanto Tjitohardjojo mengatakan itu menunjukkan adanya pertumbuhan secara bertahap pada awal tahun. 

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain mulai membaiknya permintaan pembiayaan terutama pada segmen multiguna serta strategi perusahaan dalam mengoptimalkan portofolio pembiayaan dan menjaga kualitas aset,” jelasnya kepada Bisnis.com. 

Dikatakan Harjanto, pertumbuhan piutang pembiayaan secara industri pada awal 2026 mencerminkan adanya sinyal pemulihan yang mulai terbentuk di industri, meskipun masih berlangsung secara bertahap dan belum merata. 

“Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan mulai membaik, tetapi belum sepenuhnya pulih, sehingga perusahaan tetap perlu mencermati perkembangan ke depan dengan pendekatan yang prudent sambil memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ada,” pungkasnya.