KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 484 miliar pada kuartal I-2026. Nilainya tumbuh 26%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Mengenai hal itu, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan pertumbuhan laba tersebut disebabkan sejumlah faktor. Dia bilang utamanya didorong penurunan beban provisi sebesar 7% secara Year on Year (YoY).
"Penurunan provisi itu sejalan dengan pengelolaan risiko yang tetap disiplin dan kualitas portofolio yang terjaga," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, Gani menerangkan beban bunga juga mengalami penurunan sebesar 5% YoY. Dengan demikian, membantu perusahaan menjaga efisiensi biaya pendanaan.
Lebih lanjut, Gani menyampaikan Adira Finance akan menerapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan laba hingga akhir tahun ini di tengah tantangan ekonomi dan pasar.
Dia menerangkan perusahaan akan melakukan ekspansi bisnis secara selektif ke daerah-daerah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
"Kami juga melakukan pengembangan bisnis nonotomotif, seperti produk multiguna, penguatan kolaborasi dengan ekosistem grup untuk memperluas basis pelanggan. Ditambah, meningkatkan customer retention melalui penawaran produk dan layanan yang lebih relevan bagi kebutuhan konsumen," ucap Gani.
Sementara itu, total pendapatan Adira Finance meningkat 7% secara YoY, menjadi Rp 3,2 triliun pada kuartal I-2026.
Adapun rasio Non Performing Financing (NPF) gross konsolidasian menurun menjadi 1,9% per Maret 2026, dibandingkan 2,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.