KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan yang mencakup kendaraan listrik dan hybrid tumbuh 7% pada 2026, meskipun pemerintah menghentikan insentif impor kendaraan listrik completely built-up (CBU) mulai tahun ini.
Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman mengatakan, kendaraan listrik kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang semakin mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan. Seiring meningkatnya kesadaran tersebut, pasar kendaraan listrik di Indonesia dinilai mulai terbentuk dan memiliki prospek yang masih cukup positif.
“Dengan dihentikannya insentif CBU dari pemerintah, kami melihat hal ini justru dapat memberikan peluang bagi industri rakitan lokal,” ujar Ristiawan kepada Kontan, Senin (13/1/2026).
Meski demikian, Ristiawan mengakui bahwa dari sisi harga, unit kendaraan listrik berpotensi menjadi sedikit lebih mahal. Namun, antusiasme masyarakat terhadap kendaraan listrik dinilai masih cukup tinggi sehingga tren pembiayaannya tetap positif.
Dari sisi kinerja, hingga Desember 2025, total penyaluran pembiayaan baru kendaraan ramah lingkungan yang mencakup kendaraan listrik dan hybrid di CNAF mencapai Rp 1,38 triliun. Nilai tersebut tumbuh signifikan sebesar 87% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 739 miliar.
Memasuki 2026, CNAF tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan di tengah berakhirnya insentif kendaraan listrik CBU.