KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) masih melihat peluang pertumbuhan pembiayaan mobil baru pada 2026, meskipun tekanan pada pasar otomotif nasional diperkirakan masih berlanjut.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengatakan, memasuki 2026 perusahaan terus mencermati dinamika pasar otomotif, di tengah belum adanya target penjualan kendaraan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Meski demikian, pihaknya menilai segmen mobil baru masih memiliki peluang untuk tumbuh.
"Sampai saat ini, data resmi dari Gaikindo belum diterbitkan terkait dengan target tahun 2026. Namun, untuk CNAF sendiri, jika dilihat dari pencapaian tahun kemarin, segmen mobil baru cukup positif," kata Ristiawan kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).
Di tengah prospek yang dinilai masih menantang, CNAF menyiapkan langkah antisipasi melalui diversifikasi portofolio pembiayaan, antara lain dengan memperluas fokus pembiayaan ke segmen non-otomotif, seperti pembiayaan emas, pembiayaan porsi haji, serta pembiayaan di sektor komersial.
"Kami melakukan diversifikasi produk dengan fokus kepada pembiayaan emas, pembiayaan porsi haji, dan pembiayaan di sektor komersial," jelasnya.
Langkah diversifikasi tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan baru di tengah daya beli masyarakat yang masih melemah, sekaligus menopang kinerja perusahaan pada 2026. Secara total, CNAF menargetkan penyaluran pembiayaan baru bisa mencapai Rp 9,6 triliun sepanjang 2026.