KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) memproyeksikan bisa mencapai pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 10% secara tahunan (YoY) hingga akhir 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/11/2025) Direktur BFIN, Sudjono bilang pihaknya menargetkan kinerja keuangan yang positif di tahun-tahun mendatang.
"Total penyaluran pembiayaan diproyeksikan meningkat sekitar 10% YoY di akhir tahun 2025," tulisnya dalam materi public expose di keterbukaan informasi, Selasa (25/11/2025).
Sebagai informasi, pembiayaan baru BFI Finance di tahun 2024 mencapai senilai Rp 20 triliun, nilai ini tumbuh 5,1% YoY. Adapun, dalam data terakhir yakni per kuartal III-2025, realisasi pembiayaan baru perusahaan tercatat Rp 16,4 triliun. Angka tersebut juga tumbuh 15,2% YoY.
Kenaikan ini turut mendorong piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) menjadi Rp 26 triliun, naik 13% YoY. Jika dirincikan, portofolio pembiayaan perusahaan masih didominasi oleh segmen berjaminan mobil sebesar 51,1%, diikuti oleh berjaminan motor 7,6%, dan pembiayaan pembelian unit mobil 17,3%.
Sementara itu, pembiayaan alat berat dan mesin berkontribusi 14,9%, berjaminan properti 5,4%, serta pembiayaan syariah dan lainnya 3,7%. Secara total, aset BFI Finance mencapai Rp 25,4 triliun, meningkat 5,5% YoY.